Hewan Berang-Berang

Sebelum pemukim kulit putih tiba di Amerika Utara, benua itu adalah rumah bagi jutaan berang-berang. Berkat aktivitas hewan pengerat yang rajin ini, bentang alamnya tercakup dalam sistem aliran dan lahan basah yang saling terkait yang menyerupai “semangkuk spageti”, membuat tanah ini jauh lebih basah daripada sekarang. Setelah pemukim kulit putih tiba, berang-berang hampir menghilang karena bulu mereka sangat populer untuk membuat topi untuk pria Inggris. Tetapi berang-berang adalah spesies kunci yang kehadirannya mendukung seluruh komunitas biologis, sehingga pengurangan dramatis dari hewan-hewan ini mengakibatkan hilangnya banyak habitat yang sangat penting. Selain itu, hilangnya “layanan ekosistem” berang-berang juga memengaruhi manusia dengan mengurangi retensi air tanah, sehingga meningkatkan frekuensi dan tingkat keparahan banjir, kekeringan, erosi dan kebakaran hutan, dan mengintensifkan efek perubahan iklim.

Dalam buku yang penuh semangat dan pendidikan ini, jurnalis lingkungan Ben Goldfarb menyoroti pentingnya ekologis berang-berang, membagikan fakta-fakta penting tentang sejarah alam mereka, dan mengoreksi kesalahpahaman yang terus-menerus tentang mereka. Dia juga mewawancarai berbagai pakar, mulai dari ilmuwan dan pencinta lingkungan hingga peternak dan ilmuwan warga, dan berbagi argumen ilmiah yang mendukung pemulihan berang-berang ke tanah leluhurnya. Termasuk banyak referensi yang bermanfaat. Ditulis dengan kejelasan, kecerdasan, dan humor, buku yang menarik ini pada dasarnya menarik bagi semua orang.

Pada tahun 1935, orang Australia berkulit putih (spesies invasif alien) mengimpor 101 kodok tebu (juga spesies invasif alien, ternyata) dari Amerika Selatan untuk memakan kumbang yang menghancurkan tanaman tebu (spesies alien lain) di Queensland. Apa yang terjadi selanjutnya adalah mengerikan karena kodok tebu tidak memakan serangga yang seharusnya mereka makan, tetapi mereka dengan cepat menyerang seluruh Australia utara, menjadi luar biasa, sangat sukses. Tetapi lebih dari sekadar menceritakan kembali sejarah bencana ekologis buatan manusia yang paling menakutkan ini, Rick Shine, seorang Profesor Emeritus di Universitas Sydney, mengeksplorasi kisah yang kompleks dan sering kali bernuansa: adaptasi katak ke lingkungan baru mereka. dan dari lingkungan baru mereka kepada mereka, menulis bahwa peristiwa ini memiliki banyak hal untuk diajarkan kepada kita tentang evolusi dan ketahanan ekologis. Catatan langsung yang menarik ini menceritakan kisah pribadi seumur hidup Profesor Shine dalam penelitian tentang kodok tebu dan bagaimana studi sejarah alam yang keras dapat secara efektif menginformasikan kebijakan dan praktik konservasi. Profesor Shine juga membuat argumen kuat untuk mendukung praktik ilmiah yang tampaknya paling aneh: kerja lapangan.

Mark Serreze memasuki bidang iklim sebagai mahasiswa pascasarjana, tepat ketika penelitian tentang pemanasan Arktik mulai meningkat, dan semakin matang dalam profesi seiring dengan kualitas, kedalaman, dan luasnya penelitian Arktik yang berkembang pesat. Dari menjelaskan sejarah penyelidikan ilmiah ke pemanasan global dan semakin kompleksnya pertanyaan yang diselidiki, hingga menunjukkan bagaimana penelitian berubah seiring kemajuan teknologi, Profesor Serreze, yang memulai sebagai skeptis, adalah panduan tepercaya yang mengungkapkan bagaimana para ilmuwan mengetahui iklim itu.

Perubahan itu nyata dan dihasilkan dari aktivitas manusia. Kecerdasan penulis dikombinasikan dengan sejarah pribadinya sebagai seorang akademisi dan wawasannya tentang proses ilmiah membuat kisah yang kuat ini tak tertahankan. Profesor Serreze akhirnya yakin akan hubungan antara aktivitas manusia dan perubahan iklim membuatnya sangat mampu menjelaskan sains. Beberapa pembaca mungkin terhambat oleh beberapa jargon, yang biasanya (tetapi tidak selalu) dijelaskan dengan baik untuk non-spesialis, tetapi secara keseluruhan, ini adalah cerita yang cerdas dan mudah dibaca tentang masalah yang sedang diteliti oleh para ilmuwan iklim, disertai dengan data aktual.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *